GRESIK,BANGSAONLINE.com – Sejumlah anggota DPRD Gresik periode 2019-2024 menganggap bahwa, Calon Legislatif (Caleg) pendatang baru jorjoran dalam kampanye Pileg 2024.
Sebab, mereka berani mengeluarkan biaya hingga Rp2-3 miliar lebih untuk mendulang suara demi kursi DPRD Gresik.
Padahal, penghasilan mereka yang akan didapat menjadi wakil rakyat kisaran Rp26,4 juta.
“Itu penghasilan kotor karena belum ada potongan macam-macam seperti potongan partai politik dan lainnya,” ucap salah satu anggota DPRD Gresik periode 2019-2024 kepada BANGSAONLINE.com, Selasa (12/3/2024).
Menurutnya, merujuk pendapatan anggota DPRD Gresik periode 2019-2024 bahwa penghasilan masing-masing anggota sesuai dengan struk gaji sebesar Rp 26,403,020,00 perbulan.
Jika dikalikan 12 bulan dalam setahun maka ketemu Rp 316.836.250,00.
“Kemudian penghasilan setahun anggota DPRD Gresik itu jika dikalikan 5 atau 5 tahun (satu periode) maka ketemu Rp 1.584.181.200,00,” bebernya.
Karena itu, jika ada caleg maju pada Pemilu 2024 menghabiskan biaya hingga Rp 2 miliar atau bahkan Rp3 miliar lebih itu ugal-ugalan.
“Saya kira kalau ada caleg keluar biaya hingga Rp 2 miliar atau bahkan Rp 3 miliar lebih ugal-ugalan itu,” tandasnya.
Ia menambahkan bahwa caleg DPRD Gresik periode 2024-2029 usai dilantik, maka dengan surat keputusan (SK) yang didapat bisa digunakan untuk pinjam uang ke bank. Tentu penghasilan mereka setiap bulan akan dipotong bank untuk membayar cicilan.
“SK disekolahkan di bank maksimal keluar Rp1 miliar, terus pertanyaannya kalau biaya kampanyenya habis 2 lebih, cari dari mana sisanya?” kelakarnya.
Merujuk penghasilan anggota DPRD Gresik periode 2019-2024 berdasarkan struk gaji yang keluar pada bulan September tahun 2019, mencapai Rp 26,403,020,00 perbulan.
Penghasilan itu berasal dari sejumlah sumber yang menjadi hak anggota DPRD. Antara lain, uang representasi Rp1.575.000, tunjangan keluarga Rp220.500, tunjangan jabatan Rp2.283.750, tungan beras Rp289.680, dan uang paket Rp157.500.
Selain itu, anggota DPRD juga mendapatkan tunjangan perumahan Rp12.000.000 dipotong Pph21 Rp1.800.000, tunjangan komunikasi intensif (TKI) Rp14.700.000 dipotong pajak Rp2.205.000, dan tunjangan transportasi Rp8.500.000 dipotong pajak Rp 1.275.000.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Gresik, Ahmad Nurhamim tak menampik kalau pundi pundi anggota DPRD Gresik yang didapatkan perbulan kisaran di atas.
“Ya kisaran itu penghasilan yang didapatkan tiap bulan,” katanya. (hud/van)
The post Apakah Sumbut? Caleg Pendatang Baru Modal Kampanye 2 Miliar, Penghasilan DPRD Gresik Rp26 Juta
first appeared on bangsaonline.com.
https://ouo.io/xitihvk

Leave a comment