Bantah Calon Tunggal karena Gagalnya Kaderisasi, Ketua Golkar Gresik Soroti Bawaslu dan Politik Uang

GRESIK,BANGSAONLINE.com – Ketua DPD Golkar Gresik, Ahmad Nurhamim menyanggah pernyataan Direktur YLBH FT, Andi Fajar Yulianto soal gagalnya parpol di Gresik melakukan pengkaderan yang berujung hadirnya calon tunggal di Pilkda Gresik.

“Kalau parpol tidak gagal dalam pengkaderan. Buktinya apa? di semua parpol di Kabupaten Gresik (peraih kursi di DPRD) ada kader andal yang bisa diusung,” ucap pria yang disapa Anha kepada BANGSAONLINE Senin (16/9/2024).

Lantas, Anha membeberkan nama-nama kader andal parpol yang ada di Gresik dan layak diperhitungkan jika maju di Pilkada Gresik.

“Di PKB ada Mas Syahrul Munir, Mbak Ufiq Zuroida, dan Imron Rosyadi. Lalu di Golkar ada Ahmad Nurhamim, Asroin Widiana, dan Andi Fajar Yuluanto. Kemudian, di PAN ada Faqih Usman, di PPP Ada Khoirul Huda. Selanjutnya, di PDIP ada Mujid Riduan, Noto Utomo dan seterusnya,” beber Anha.

Menurutnya, hampir semua parpol yang ada di parlemen Kabupaten Gresik memiliki kader yang berkompeten dan kapasitas untuk memimpin Gresik.

“Pertanyaannya? maukah pemilik suara (pemilih) pilih calon tanpa isi tas (uang)? situasi dan kondisi pragmatisme inilah yang sebenarnya sulit memunculkan calon yang running pada pilkada tanpa isi tas,” ungkap anggota DPRD Gresik periode 2024-2029 ini.

Dari situ, Anha menyoroti penyelenggaraan Pilkada yang harus benar-benar melaksanakan tugas sesuai perundang-undangan yang berlaku.

Sebab, menurut Anha, anggaran yang digelontorkan Pemerintah untuk biaya Pilkada di satu daerah bisa mencapai miliaran rupiah. Namun, praktik money politic sulit diberantas.

“Pertanyaannya lagi? kemana struktur Bawaslu yang membentuk organ sampai dengan tingkat TPS yang mengeluarkan anggaran miliaran tapi kenyataannya posisi mereka tidak membawah dampak apapun terhadap praktek money politik di lapangan,” ungkapnya.

Anha pun ogah jika parpol dijadikan kambing hitam bila suatu daerah terdapat calon tunggal saat pemilihan kepala daerah.

Penyelenggara Pilkada, tokoh masyarakat dan organisasi masyarakat (ormas) juga harus ikut berperan aktif dalam menjalankan fungsi sosialisasi politik  atau pendidikan politik di tengah-tengah masyarakat.

Hal ini penting agar tidak muncul asumsi jika Pemilu identik dengan calon kepala daerah yang berkantong tebal.

“Kalau problem itu bisa diatasi, kader parpol yang punya kapasitas dan kapabilitas akan bermunculan, berani maju pada Pilkada, meski tidak punya isi tas,” pungkasnya. (hud/van)

The post Bantah Calon Tunggal karena Gagalnya Kaderisasi, Ketua Golkar Gresik Soroti Bawaslu dan Politik Uang
first appeared on bangsaonline.com.
https://ouo.io/ZSjEwC

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started